Friday, 1 April 2016

Tugas akuntansi manajemen

triyono
14.211.045
makul : akuntansi manajemen/IV

ok mohon maaf sebelumnya  , karena dari pak yakob tidak ada file yang bisa dicopy disini dan saya malas ngetik lagi (maklum mahasiswa pemalas hehe...), langsung saja ke pengerjaan , lain kali kami minta materi kuliah dalam bentuk .doc .xls atau yg lain untuk kepraktisan ngih Pak.

Dalam Ribuan rupiah
Tahun
Pendapatan
Biaya tunai
Penyusutan
EBT
EAT (20%)
Proceed
Eat+pny
DF
18%
PV of prcd
1
50000
20000
10000
20.000
16.000
26.000
,8475
22.035
2
60000
25000
10000
25.000
20.000
30.000
,7182
21.546
3
70000
30000
10000
30.000
24.000
34.000
,6086
20.692
4
60000
25000
10000
25.000
20.000
30.000
,5158
15.474
5
50000
20000
10000
20.000
16.000
26.000
,4371
11.365

290000
120000
50000




91.112














PV of Proceed
91.112





PV of outlays
50.000





NPV
41.112

I0 =50.000
Bunga = 18%
UE = 5 tahun
Rate of return =18%
PPH = 20%

Ditanya analisa kelayakan
1.       Analisa Payback period
Investasi total           = 50.000
 Proceed th ke 1        =(26.000)
                                        24.000
Pay back period        =  1 tahun, (24.000/30.000) *12 bulan
                                     =1 TAHUN, 9,6 BULAN
                                       =1,96 TAHUN
Kesimpulan karena pay back period 1,96 th lebih pendek dari umur ekonomis 5 th maka sebaiknya  proyek tersebut diterima
2.       Analisa NPV

Nilai NPV = 41.112, bernilai positif  ,maka sebaiknya usulan proyek tersebut diterima

3.       Analisa IRR internal rate of return
Dengan metode  try and error  ,IRR/ tingkat bunga yang didapatkan pada saat NPV  = 0
Kita coba 50%
Proceed
Eat+pny
DF
45%
PV of prcd
18%
45%
50%

 26.000
,6897
22.035
17.932
17.334

30.000
,4756
21.546
14.268
13.332

34.000
3280
20.692
11.152
10.074

30.000
2262
15.474
6.786
5925

26.000
1560
11.365
4.056
3424



91.112
54.194
50.089







PV of Proceed

91.112
50.089
PV of outlays

50.000
50.000
NPV

41.112
89





Dapat disimpulkan IRR berada diatas 50% dan itu lebih besar dari tingkat cost of capital 18%
Maka sebaiknya usulan proyek dilaksanakan

4.       Analisa Accounting Rate of return

ARR  = (Ni/I0) *100%
         = { (26.000+30.000+34.000+30.000+26.000)/50.000} * 100
         = (146/50)*100%
         = 292%
ARR > COC yaitu 292 % > 18% maka usulan proyek diterima

5.       Analisa Profitability Index
PI = PV of Proceed/PV of Outlays
    = 91.112/50.000
    =1.82 ( PI lebih besar dari 1, maka sebaiknya proyek diterima)





Saturday, 26 March 2016

Manajemen operasional

TRIYONO
14.211.045
Makul : Manajemen operasional
Dosen : Tulus Pujianto, SE,MH.


Perusahaan HBU mempunyai mesin-mesin dengan kapasitas penuh sebanyak 3000 unit setiap triwulan.
Dari analisis pasarnya dapat diperkirakan besarnya permintaan tahun 2010 adalah sebagai berikut:
Triwulan I: 2000 unit
Triwulan II; 2500 unit
Triwulan III: 4000 unit
Triwulan IV: 4000 unit
Untuk memenuhi permintaan tersebut perusahaan mempunyai dua alternatif, yaitu berproduksi stabil setiap triwulan sama atau berproduksi yang banyaknya sesuai dengan permintaan masing-masing triwulan (bila kapasitas masih bisa dicapai)
Pertimbangan lain yang mempengaruhi pemilihan kedua alternatif itu adalah:
Biaya penyimpanan barang setiap unit setiap triwulan Rp 20
Diatas kapasitas penuh perusahaan masih bisa menambah kapasitas sampai menjadi 3500 unit setiap triwulan dengan menggunakan kerja lembur setiap unit Rp 10
Bila kapasitas produksi tidak dapat menutup permintaannya maka bisa dilakukan subkontrak dengan perusahaan lain yang akan memakan biaya setiap satuan Rp 30 lebih mahal dari pada kalau dibuat sendiri dalam keadaan biasa
Persediaan awal tidak ada, persediaan akhir juga tidak ada.
Bagaimana pemecahan, alternatif mana yang harus diambil?
.... ,sebentar pak,tak tanya mbah dukun dulu  :-)


Ok setelah tanya sana sini akhirnya saya coba menjawab,Bismillah...


         Di dalam merencanakan pola yang tepat bagi produksi suatu perusahaan dapat dipergunakan ANALISIS BIAYA TAMBAHAN atau INCREMENTAL COST ANALYSIS. Masing-masing pola produksi akan terlihat memiliki biaya tambahan yang berbeda-beda. Oleh karena itu dapat kita pilih pola produksi yang akan menimbulkan biaya tambahan yang paling kecil.
Langsung saja kita analisis Incremental cost-nya(mungkin pak Ri lebih suka menghitung "criminal cost" ,maklum calon tribrata 1 giriwoyo hi hi...)
Ok,
Kita hitung dulu incremental cost nya untuk setiap alternatif pola produksi
Alternatif 1 (PP konstan) bila perusahaan berproduksi stabil:
Biaya penyimpanan?
Biaya kerja lembur?
Biaya subkontrak?
Alternatif 2 (PP bergelombang) bila berproduksi sesuai permintaan:
Biaya penyimpanan?
Biaya kerja lembur?
Biaya subkontrak?

Mari Kita Hitung
Incremental cost analisis untuk PP konstan(ALTERNATIF 1)

1.       Pola pruduksi konstan





2.       Incremental cost pola pruduksi konstan

3wln

Biaya simpan
Biaya Subkontrak
Biaya Lembur
Total

Jmlh
Tarif/
unit
Total
Jmlh
Tariff
Total
Jmlh
Tariff
Lembur
total

I
1000
20
20.000
0
30
0
0
10
0
20.000
II
1500
20
30.000
0
30
0
0
10
0
30.000
III
500
20
10.000
0
30
0
0
10
0
10.000
IV
0
20
0
500
30
15.000
0
10
0
15.000



60.000


15.000


0
75.000




Incremental cost analisis untuk PP Bergelombang (ALTERNATIF 2)

Tri
wulan
Penjualan
Pruduksi
Persediaan
Subkontrak
Lembur
I
2000
2000



II
2500
2500



III
4000
3000

500
500
IV
4000
3000

500
500

















3wln

Biaya simpan
Biaya Subkontrak
Biaya Lembur
Total

Jmlh
Tarif/
unit
Total
Jmlh
Tariff
Total
Jmlh
Tariff
Lembur
total

I
0
20
0
0
30
0
0
10
0
0
II
0
20
0
0
30
0
0
10
0
0
III
0
20
0
500
30
15.000
500
10
5000
20.000
IV
0
20
0
500
30
15.000
500
10
5000
20.000



0


30.000


10000
40.000


Jadi Biaya tambahan pada pola pruduksi bergelombang lebih sedikit dari pola pruduksi konstan. 

PP konstan Rp.75.000 dan PP bergelombang Rp.40.000



maka perusahaan akan lebih untung dengan PP Bergelombang